Tampilkan postingan dengan label squid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label squid. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 November 2011

Analisa Paket Data Game Point Blank pada waktu melakukan Patch dibantu cache dari Squid Proxy


Setelah mendownload aplikasi dan patch dan mendaftar user di gemscool lalu selanjutnya saya coba mainkan mh.... ya seperti Counter Strike permainannya tapi karena tangan sudah lama gak dibuat untuk main game jadi ya kaku kaku gitu harus menghafalkan tombol2 navigasi lagi yang kurang lebih seperti CS.




yang menarik pada waktu iseng saya klik tombol Check sebelum mengklik Start yang dilakukan oleh PB adalah melakukan download patch dan ternyata bandwidth 10Mbps di sikat habis wak....

waduh ini game kalau lagi ngepatch sadis punya ternyata mh... iseng saya torch di mikrotik ternyata patchnya via port 80 alias http wah ini bisa di bantu squid nih.




Benar saja setelah saya redirect port 80 ke squid hasilnya sesuai dengan yang saya inginkan yaitu file2 patch bisa di cache di squid proxy sehingga trafficnya sekarang yang besar yang kearah squid proxy




Gambar berikut adalah bukti bahwa proses patch bisa di bantu squid dengan hasil tail -f /var/log/squid/access.log banyak sekali TCP_HIT maupun TCP_MEM_HIT untuk file2 .zip artinya sekarang patch PB diambil dari cache yang ada di squid




Berikut adalah tampilan torch mikrotik pada interface wlan1 untuk ip source 10.5.50.232 ternyata pada waktu patch Tx Rate sangat tinggi sekali mencapai 8.2Mbps , untungnya saat ini sudah di dst-nat ke squid sehingga Data Rate yang menuju ke Jakarta tidak sampai 8.2Mbps karena sebagian besar file patching telah ada di squid proxy










Ini adalah buktinya pada waktu PB melakukan patching dan port 80 diredirect ke squid proxy di mikrotik backbone Jakarta-Cirebon tidak terjadi lonjakan traffic sd 8Mbps lebih seperti yang terjadi pada mikrotik distribusi hotspot di kantor.







Jadi kesimpulannya traffic patch Point Blank sangat bisa di bantu oleh mekanisme cache squid proxy, sedangkan pada saat permainan berlangsung dengan skenario notebook saya sebagai client yang joint ke server public PB , data rate yang terjadi sangat kecil sekitar 15Kbps-16Kbps






Jadi kesimpulannya:




1. Proses Patch game Point Blank yang sangat berat bisa di bantu dengan mekanisme cache dari squid

2. Pada saat permainan berlangsung alokasi bandwidth per PC game bisa diset dari 32Kbps - 128Kbps

3. Buat alokasi bandwidth khusus yang berasal dari PC Game menuju ke squid proxy




adapun di /etc/squid/squid.conf saya coba set parameter berikut:




maximum_object_size 300000 KB

store_avg_object_size 5000 KB




karena dari beberapa forum dan blog, ada yang berkomentar maximum objectnya di besarkan jadi 300MB agar file2 patch PB bisa di cache oleh squid




Semoga hasil analisa ini bisa berguna bagi yang memerlukannya






Sumber: Blog Mr.Harijanto

Jumat, 28 Oktober 2011

Proxy Server With Squid and Lusca



Kita asumsikan ubuntu server telah terinstall dengan baik, mode router atau bersamaan dengan mikrotik sama saja
Langkah pertama membuat proxy server squid+lusca yaitu menginstall build squid terlebih dahulu, lakukan command berikut ini pada ubuntu server :
apt-get install squid squidclient squid-cgi gcc \
build-essential sharutils ccze libzip-dev automake1.9
Setelah instalasi selesai, maka selanjutnya kita unduh dulu file lusca-nya :
dengan FTP
https://sites.google.com/site/catatanfaish/lusca_he/LUSCA_FMI.tar.gz
Dengan Putty :
wget https://sites.google.com/site/catatanfaish/lusca_he/LUSCA_FMI.tar.gz
untar terlebih dahulu file LUSCA_FMI.tar.gz, lakukan perintah di bawah ini:
tar xzvf LUSCA_FMI.tar.gz
kemudian masuk ke direktori LUSCA_FMI
cd LUSCA_FMI
kemudian kita memulai untuk melakukan compiler lusca headnya
./configure –prefix=/usr –exec_prefix=/usr \
–bindir=/usr/sbin –sbindir=/usr/sbin \
–libexecdir=/usr/lib/squid –sysconfdir=/etc/squid \
–localstatedir=/var/spool/squid –datadir=/usr/share/squid \
–enable-http-gzip –enable-async-io=24 –with-aufs-threads=24 \
–with-pthreads –enable-storeio=aufs –with-maxfd=65536 \
–enable-linux-netfilter –enable-arp-acl –enable-epoll \
–enable-removal-policies=heap –with-aio –with-dl –enable-snmp \
–enable-delay-pools –enable-htcp –enable-cache-digests \
–disable-unlinkd –enable-large-cache-files –with-large-files \
–enable-err-languages=English –enable-default-err-language=English
kemudian kita mulai installasi luscanya, lakukan perintah berikut:
make && make install
setelah instalasi lusca selesai, selanjutnya stop terlebih dahulu paket dari squidnya sebelum mulai untuk mengkonfiguasi squid.conf:
squid -k shutdown
untuk memudahkan kita dalam melakukan konfigurasi, ada file squid.conf yang sudah jadi, dan kita hanya tinggal mengganti squid.conf bawaan dari squid dengan squid.conf yang sudah jadi, dan untuk selanjutnya kita hanya tinggal mempelajarinya saja
download squid.conf yang sudah jadi dengan FTP:
https://sites.google.com/site/catatanfaish/lusca_he/squid.conf
atau melalui putty:
wget https://sites.google.com/site/catatanfaish/lusca_he/squid.conf
selanjutnya, kita diharuskan untuk memasang storeurl pada squid, sqoreurl juga ada yang sudah jadi, kita hanya tinggal memasukkannya ke dalam ubuntu server kita
download melalui FTP:
https://sites.google.com/site/catatanfaish/lusca_he/storeurl.pl
atau juga melalui putty:
wget https://sites.google.com/site/catatanfaish/lusca_he/storeurl.pl
selanjutnya kita buat permission untuk squid.conf dan storeurl.pl ke dalam mode read-write-execute atau 777 lakukan perintah berikut ini:
chown proxy:proxy /etc/squid/storeurl.pl
chmod 777 /etc/squid/storeurl.pl
chmod 600 /etc/squid/squid.conf
sekarang kita harus membuat direktori sebagai tempat memyimpan cache, atau cache_dir nya:
pada saat menginstall ubuntu, di rekomendasikan untuk membuat 2 partisi atau lebih guna menyimpan cache yang mempunyai storage yang besar, pada percobaan kali ini kebetulan saya membuat 2 partisi yaitu cache1 dan cache2
/cache1—>>partisi untuk cache pertama
/cache2—>>partisi untuk cache kedua
selanjutnya kita masuk ke dalam direktori cache tersebut dan membuat direkroti kembali di dalamnya yang akan di gunakan untuk penyimpanan cache
cd /cache1
mkdir cache1
chmod 777 /cache1/cache1
chown proxy:proxy /cache1/cache1
cd /cache2
mkdir cache2
chmod 777 /cache2/cache2
chown proxy:proxy /cache2/cache2
sekarang kita buat swap memory untuk cache_dir nya
squid -f /etc/squid/squid.conf -z
konfigurasi pada squid.conf telah selesai, selanjutnya kita jalankan kembali service squid yang sebelumnya dimatikan dengan perintah berikut ini:
squid -N -d 1 -D
Kemudian kita lakukan pengecekan pada log squidnya:
tail –f /var/log/squid/access.log
Karena pada percobaan kali ini kita menggunakan mikrotik sebagai routernya maka kita harus membuat mangle di firewall mikrotiknya:
/ip firewall mangle add chain=postrouting dscp=12 action=mark-packet \ new-packet-mark=proxy-hit passthrough=no
setelah itu kita tambahkan untuk limitasi queue tree pada mikrotik, contoh dibawah hanya membuat global-out saja.
/queue tree add name=”pmark” parent=global-out packet-mark=proxy-hit \ limit-at=0 queue=default priority=8 max-limit=0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

 
Design by Automotive | Bloggerized by Free Blogger Templates | Hot Deal